Tanya: apakah memelihara kucing dapat mengganggu kesehatan kita?apakah bulu kucing dapat menyebabkan penyakit pada diri kita dan ketika suatu saat nanti saya hamil? dan penyakit apa saja yang akan di derita oleh si pemelihara kucing.?

adakah pembuktian melalui medis bahwa kucing bisa menyebabkan penyakit ?

Dan adakah saran untuk memelihara kucing agar tidak terkena penyakit?


Jawaban dari metanoia : secara umum kucing tidak berbahaya... asal terjaga kesehatannya
kucing sehat pemiliknya juga sehat
karena kucing memiliki beberapa penyakit zoonosis (penyakit yang bisa menilar dari hewan ke manusia)
misalnya yang paling sering ringworm, toxoplasmosis. ada juga demodecosis, scabies. yang paling berbahaya memang toxo. (o iya toxo jg bisa dari hewan lain-dr sebuah penelitian-kambing, anjing, monyet-kera, nah manusia paling sering terkena malah dari konsumsi daging kambing yang tidak masak sempurna)
yang penting jaga kebersihan. makanan higienis, daging dimasak bener-bener. sayuran dicuci dulu sebelum dimakan. cuci tangan pake sabun setelah berinteraksi dengan hewan.
oce?


Jawaban dari m.afif Pagarra : kalau kucing itu senang makan tikus putih tidak masalah karena tikus putih itu bersih.tapi kalau kucing itu senang makan tikus yang lainnya jangan di pegang!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!karena bisa kena penyakit


Jawaban dari Mirza tobat,gak jadi bunuh diri : yoi

hati2 aja ama bulunya


Jawaban dari Jemi : Anda salah kalo menganggap kucing adalah berbahaya dan penyebab penyakit. Kalo masalah bulu, semua mamalia ada kemungkinan untuk menjadi inang suatu virus. Mungkin yang anda maksud dengan kekhawatiran mengganggu kehamilan adalah Toxoplasma.

Apakah Toxoplasma dan Toxoplasmosis itu ?
Toxoplasma atau Toxoplasma gondii adalah sejenis hewan bersel satu yang sering juga disebut protozoa. Toxoplasma merupakan parasit yang dapat menginfeksi hewan dan manusia.
Toxoplasmosis adalah nama penyakit pada hewan dan manusia yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii.

Mengapa Toxoplasma gondii sering disebut virus ?
Toxoplasmosis terkenal sebagai salah satu penyakit yang harus diwaspadai pada ibu-ibu atau calon ibu yang hendak mengandung anaknya (hamil). Penyakit lainnya adalah Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Semua penyakit ini sering disingkat menjadi TORCH (Toxoplasma,Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes). Ketiga penyakit terakhir disebabkan oleh virus, sehingga orang sering salah pengertian dan menganggap toxoplasma adalah virus.

Siapa saja yang dapat terinfeksi toxoplasma ?
Semua orang dapat terinfeksi toxoplasma. Laki-laki dan perempuan baik muda ataupun tua dapat terinfeksi toxoplasma.

Hewan apa saja yang dapat terinfeksi toxoplasma ?
Hampir semua hewan berdarah panas dapat terinfeksi toxoplasma. Hewan yang sering berada disekitar manusia & kucing seperti sapi, kuda, tikus, domba, anjing, ayam, burung, babi dll juga dapat terinfeksi toxoplasma. Satwa liar seperti musang, harimau, anjing hutan, dll juga dapat terinfeksi toxoplasma.

Mengapa kucing dianggap sebagai sumber utama penularan toxoplasma ?
Sebenarnya semua hewan berdarah panas dapat terinfeksi dan menularkan toxoplasma kepada manusia. Toxoplasma berkembang biak mengikuti suatu siklus hidup (seperti siklus hidup pada kupu-kupu). Toxoplasma dapat berkembang dengan cara membelah diri (non seksual) dan seksual (makro gamet dan mikro gamet). Pada hewan-hewan selain kucing toxoplasma berkembang biak dengan cara non seksual. Kucing adalah inang definitif toxoplasma. Dalam tubuh kucing, toxoplasma dapat berkembangbiak dengan cara seksual dan non seksual.

Bagaimana cara penularan toxoplasma ?
Kucing yang terinfeksi toxoplasma hanya menyebarkan ookista dalam jangka waktu tertentu, yaitu sekitar 10 hari sejak terinfeksi. Setelah 10 hari jumlah ookista yang disebarkan biasanya sangat sedikit dan mempunyai resiko penularan yang sangat kecil. Penyebaran ookista ini biasanya terjadi pada kucing muda. Penyebaran ookista biasanya tidak terjadi pada kucing dewasa karena sistem kekebalan tubuh mereka lebih baik dan relatif dapat mengendalikan sendiri infeksi toxoplasma tersebut.

Manusia atau hewan dapat tertular bila menelan kista atau ookista toxoplasma. Kista atau ookista ini bersifat seperti â??telurâ?. Telur yang tertelan tersebut akan menetas dan berkembang di dalam tubuh hewan atau manusia.

Kista tersebut dapat hidup dalam otot (daging) manusia dan berbagai hewan lainnya. Penularan juga dapat terjadi bila hewan atau manusia tersebut memakan daging mentah atau daging setengah matang yang mengandung kista toxoplasma.

Kista toxoplasma juga dapat hidup di tanah dalam jangka waktu tertentu. Dari tanah ini toxoplasma dapat menyebar melalui hewan, tumbuh-tumbuhan atau sayuran yang kontak dengan kista tersebut.

Mengapa orang yang tidak memelihara kucing bisa terinfeksi toxoplasma ?
Toxoplasma terdapat diseluruh dunia secara meluas. Kucing bukanlah sumber utama penularan toxoplasma. Yang pasti orang tersebut pernah menelan kista toxoplasma yang masih hidup. Kista bisa berada pada sayuran atau daging yang tidak dimasak sempurna.

Benarkah toxoplasma menular melalui liur dan bulu kucing ?
Tidak. Bentuk menular dari toxoplasma adalah bradizoit dan kista, kista hanya dikeluarkan oleh kucing yang positif terinfeksi melalui kotorannya (feces). Selama bulu dan liur kucing tidak mengandung kista kita tidak akan tertular toxoplasma bila membelai bulu kucing. Bahkan bila pada bulu kucing terdapat kista, dan pindah ke tangan kita pada saat membelai bulunya, penularan masih bisa dicegah dengan mencuci tangan dengan sabun hingga bersih.


Bagaimana gejala manusia yang terinfeksi toxoplasma ?
Sebagian besar manusia yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sama sekali (subklinis). Meskipun jarang terjadi, pada infeksi yang akut dapat mengakibatkan pembengkakan kelenjar pertahanan (limfoglandula) yang terdapat disekitar leher, ketiak, dll.

Apa akibat toxoplasma pada hewan
Sebagian besar infeksi toxoplasma pada hewan bersifat sub klinis (ringan dan tidak menunjukkan gejala sama sekali). Pada infeksi yang parah dapat menyebabkan diare dan cacat pada fetus kucing atau hewan lainnya

Bagaimana akibat toxoplasma pada manusia
Pada pria, infeksi akut toxoplasma dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening. Bila berlangsung terus menerus dapat menyebabkan kemandulan. Toxoplasma dan menginfeksi dan menyebabkan peradangan pada saluran sperma. Radang yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya penyempitan bahkan tertutupnya saluran sperma. Akibatnya pria tersebut menjadi mandul, karena sperma yang diproduksi tidak dapat dialirkan untuk membuahi sel telur.

Seperti pada pria, infeksi toxoplasma yang berlangsung terus menerus dapat menginfeksi saluran telur wanita. Bila saluran ini menyempit atau tertutup, sel telur yang telah dihasilkan oleh indung telur (ovarium) tidak dapat sampai ke rahim untuk dibuahi oleh sperma.

Yang paling berbahaya adalah akibat toxoplasma terhadap Janin/fetus. Kista toxoplasma bisa berada di otak janin menyebabkan cacat dan berbagai macam gangguan syaraf seperti gangguan syaraf mata (buta, dll). Akibat lainnya adalah janin dengan ukuran kepala yang besar dan berisi cairan (hidrocephalus).

konsultasikan lebih lanjut ke DRh.


Jawaban dari jay : kalau kita ngerawat kucing'na dengan baik dan teratur
kemungkinan kecil kucing'na sakit dan menular ke pemeliharanya
bener sekali bulu kucing bisa menyebabkan penyakit pada diri kita kalau kita perlalu banyak menghirup atau ngehisap bulunya
masuk kedalam tubuh kita
paling sakit yang kita derita adalah sesak nafas itu aja


Jawaban dari hariadinug : Pelihara kucing gak akan ganggu kesehatan kita selama kucing itu sehat.Bulu kucing bisa nyebabkan penyakit bagi penderiata alergi atau asma.Ada pembuktian medis bahwa kucing menularkan penyakit diantaranya kicing penderita Rabies, Toksoplasma, cacingan, penyakit kulit, leptospira dsb.
Saran memelihara kucing agar tidak tertular penyakit yaitu pelihara kucing yang sehat dan bersih, jangan lupa di vaksinasi.Yang penting jangan lupa cuci tangan setelah membersihkan kucing dan sebelum makan.


Jawaban dari devi y : tergantung ya..kalo punya alergi pernapasan bahaya. tapi kalo anda sehat gak apa2.saya penyayang kucing tu.berhubung gak punya alergi gak masalah


Jawaban dari maman8586 : kucing pada dasarnya memang binatang yang sangat lucu,tp kita tetap harus waspada..karena bulu kucing ternyata menurut penelitian bisa mengganggu pernapasan,dan yang paling parah buat cewek jangan suka cium kucing soalnya bulu kucing yang terhirup oleh kita jika itu sampai ke rahim bisa menyebabkan tidak bisa hamil...jadi kita harus hati2 terhadap kucing.alangkah lebih jelasnya datang aja ke dokter kandungan biar lebih jelas mengenai dampak bulu kucing terhadap kehamilan


Jawaban dari naNdA_IA 3 : aku sich denger - dnger juga gitu.
aku uda melihara kucing sejak umur aku 4 tahun. dia aku ajak maen bareng bahkan kalau tidur aku juga ma kucing aku ampe sekarang.
tapi ga ada penyakit sama sekali tuch, uda 10 taon aku melihara kucing dan pasti uda banyak rambut kucing yang uda masuk ke tubuh aku. tapi alhamdulillah aku ga ada ngerasain hal - hal aneh?
I LuP U AmBo.....


Jawaban dari R_na : Gak juga kok, aq pelihara kucing dari kecil n smpe nikah gni sehat2 aja tuch, tiap taon aq periksa darah n hasilnya negativ dari toxoplasma yang selama ini ditakutin kaum hawa, so.. jangan takut y..., selama kita sayangin tuch puzzy dg tulus insyaallah baek2 aj kok, jika kita sakit anggap aj tuch ujian dr Allah betul gtu kan?


Jawaban dari UnKnWn : Yang dikatakan Jemi banar sekali...

Tapi alangkahbaiknya kalau lebih berhati-hati.. Jangan terlalu dekat dengan kucing dengan anjing (paling banyak dipelihara orang-orang) sampai-sampai tidur dengan kucing atau anjing..


Jawaban Terbaik "Kucing Berbahaya? " dimiliki oleh arsitekssss....

kalo kucing yang sangat berbahya di dunia namanya kucing garong..
klo kucing biar ga berpenyakit ya jangan pelihara kucing.

Kucing Berbahaya?