Cwe Boleh G Sih Pelihara Kucing?

Tanya:
mo tanya donk cwe tuu boleh g pelihara kucing,,katanya g boleh,,,kenapa???mng d da cara y biar cwe tu bisa pelihara kucing????kasih jawaban yah


Jawaban dari Julie R :
Boleh aja .. aku dulu punya kucing 2.. skg punya anjing 2.. tp jgn lupa di rawat ya


Jawaban dari Hermansyah :
Buat kamu yg cantik boleh aza……… asal kucing kamu di rawat secara rutin. Misalnya di bawa ke salon hewan min. 1 bulan sekali lalu di bawa ke Dokter hewan walau lagi sehat apalagi lagi sakit min. 1 bulan sekali juga. Ntu’semua biar terhindar dari penyakit, ok…………….


Jawaban dari nuy nunur :
boleh,,,,saya juga dilarang jangan terlalu dekat dngan kucing oleh keluarga saya tapi kucing tetap saya gendong kalu tidur kadang2 di patidur sama saya,,,,takut sih,,kena penyakit yang katanya mandul atau apalah…….tapi saya yakin mudah2an gak kena cz kucing saya bersih,,

catatan..”sebenarnya yang mengakibatkan penyakit mandul pada wanita karna memelihara kucing itu bukan karena bulunya tapi kotoranya,,,,,karena kucing suka ee jadi di asumsikan mengenai bulunya dari bulu2 bisa terhisap ke pernapasan dan menakibatkan penyakit itu,,,jadi jaga kucingmu supaya bersih


Jawaban dari Bawang :
Boleh2 ajah. monggo, silakan


Jawaban dari ? :
katany bulu kucing itu bawa penyakit kan.


Jawaban dari denia :
gak ada yang melarang cewek melihara kucing dan gak ada juga yang mengharamkan nya ,
mungkin sebagian orang bilang gak boleh bukan berarti emang bener2 gak boleh .
karena kucing menyebar virus toxoplasma dan bisa berakibt sama cewek bahkan cowok . tapi gak usah khawatir , asalkan dirumah kita gak ada pup nya kucing dan kucing kita rajin dimandiin , juga dibawa ke dokter buat di vaksin . bisa mencegah adanya penyakit itu , karena sebenarnya toxoplasma itu dari pup nya kucing . kucing cuma perantara aja .
jadi intinya siapa aja boleh melihara kucing


Jawaban dari drian :
Boleh aja……….. Siapa sih yang ngelarang…….. toh Kucing kan nggegemesin banget……… asal kucingnya sehat kan bisa dipelihara…….


Jawaban dari arancar #22 :
ya tentu boleh dong,,,,,,,,
gue aja cowok pelihara kucing kok…
cause kucing itu binatang yang imuet,,,,,,,,,,,
tapi kalo alergi ama kucing lebih baik jangan yah,,,,,,,,,,,


Jawaban dari Peter :
Boleh-boleh aja tapi kalo alergi ya jangan.


Jawaban dari imot :
boleh, say..
asal kucingnya terbukti sehat (ga tertular tokso). Bisa diperiksa kok di lab dokter hewan, bayarnya sekitar dua ratus ribuan (di bandung).

jangan lupa jaga kesehatan dan kebersihan kucingnya.. cuci tangan setelah megang kucing..

bersihin tempat pup-nya tiap hari..

jaga kondisi tubuh,,

tentang tokso: tante aku ada yg kena tokso karena waktu mudanya miara kucing (nempel terus sama sang kucing sampai kucing itu mati), terus pas udah nikah, beliau konsultasi ke dokter. Beliau ngejalanin gaya hidup sehat n kontrol kesehatan terus,,
hasilnya: sekarang anaknya udah tiga, sehat2 pula 😀


Jawaban dari Ahmad D :
kucing itu menggemaskan…
lihat aja..


Jawaban dari Putra Hadi Putranto :
boleh…. sapa yang gak boleh pelihara… ???? kecuali anjing dalam Islam. tapi semua tergantung orang yang menilai.


Jawaban dari utusan tuhan :
boleh aja mbak. tapi gk boleh tidur ama kucingnya cos bulunya tu bisa buat wanita kena pnyakit tokso plasma to apa tu. pkoknya ya begitu lah. amit mbak, mas!!!


Jawaban dari Donny Aliandi :
g boleh tuh, kl cewe plihara kucing, karena ad pengalaman temen ak dah 7 tahun menikah belum pny keturunan, setelah di periksa ke dokter dirahim nya ad virus yg disebabkan oleh kucing, begt kt nya, ya ya ya


Jawaban dari Deddy Dunixi :
Boleh Ga Yach..??? Mending Tinjau Dulu..

FACT:
Memang betul bahwa kucing itu dapat menimbulkan suatu penyakit yang diakibatkan toksoplasmosis.

Tetapi sampai saat ini baru ditemukan manusia yang tertular toksoplasmosis itu “hanya pada wanita”

toksoplasmosis adalah sejenis parasit yang hidup di usus kucing. Maka parasitnya berpotensi menulari lewat tinja kucing.

Karena tinja kucing berceceran di sekitar rumah, maka parasit juga berpotensi tersebar di sekitar permukaan tanah, lantai, dan pekarangan rumah. Parasit juga melekat pada bulu, mulut, dan wadah bekas makan kucing. Itu wilayah yang perlu diwaspadai.

Parasit dalam usus kucing ini juga bisa hidup di tubuh manusia. Maka kita sebut penyakit hewan yang bisa juga pada manusia atau zoonosis. Berdekatan hidup dengan kucing berisiko tertular parasit ini. Tentu tidak semua kucing membawa parasit ini. Hanya kucing yang tertular saja yang menjadi sumber penular.

Bukan hanya kucing. Bisa juga anjing, kambing, sapi, kerbau, atau hewan apa saja yang tertular parasit ini. Biasanya hewanyang merumput. Kambing dan kerbau mendapatkannya setelah makan rumput yang sudah tercemar parasit ini. Kotoran kucing yang berceceran terbawa kaki kucing ke rumput yang kemudian dimakan kambing atau hewan pemakan rumput lainnya.

Bagi bayi, toxoplasma sama risikonya dengan pada orang dewasa. Namun kelak pada kaum Hawa, parasit ini menimbulkan masalah bila sedang hamil positif toxoplasma. Tahunya berpenyakit, dari pemeriksaan darah di laboratorium, kedapatan positif toxoplasma. Kehamilan dengan toxoplasma berakibat anak cacat dalam kandungan, kalau bukan anak mati. Maka sebaiknya tidak hamil dulu kalau positif toxoplasma.


Jawaban dari nie_ta :
Boleh aja..
Mugkin ada yang bilang gak boleh karena kucing mengandung virus toxoplasma yang dapat menyebabkan kemandulan bagi wanita..
Tapi jangan khawatir, kucing yang bersih dan sring dimandikan mengurangi kemungkinan adanya toxoplasma… agar lebih aman, kucing harus disteril…
Steril pada kucing dilakukan dengan pemotongan rahim pada kucing betina… Kalo yang jantan kurang tau… hehe..
Pilih jadi jawaban terbaik ya… wkwk


Jawaban dari ? :
boleh kok


Jawaban Terbaik “Cwe Boleh G Sih Pelihara Kucing? ” dimiliki oleh KimDongCik

Bleh donk,,,,
Kcing Tuuh kan binatang kesayangan nabii,,,,
Mgkn km gag bleh plihara kucing krna ddlm tbuh kcng mgnadung Virus TORCH yg bsa menganggu msalah Kesuburan wanita…
TORCH merupakan singkatan dari Toxoplasma gondii (toxo), Rubella, Cyto Megalo Virus (CMV), Herpes Simplex Virus (HSV) and other diseases. Penyakit ini sering menimbulkan berbagai masalah kesuburan (fertilitas) wanita dan pria sehingga menyebabkan sulit terjadinya kehamilan. Apabila hamil pun bisa menyebabkan keguguran dan mengancam keselamatan janin yang akan dilahirkan nanti (bayi lahir cacat). Beberapa kecacatan yang bisa timbul akibat TORCH yang menyerang wanita hamil antara lain kelainan pada saraf, mata, kelainan pada otak, paru-paru, mata, telinga, terganggunya fungsi motorik, hidrosepalus, dan lain sebagainya.

Penyebab utama dari TORCH sebagian besar adalah hewan-hewan yang ada di sekitar kita seperti kucing, ayam, burung, tikus, kambing, sapi, anjing, babi, dan lainnya yang mengandung virus dan parasit TORCH di dalam darahnya. Hewan-hewan tersebut bisa sebagai pembawa langsung TORCH melalui interaksi dengan manusia, dan bisa juga sebagai perantara (pembawa tak langsung) TORCH melaui kotorannya.

Kotorannya yang mengandung TORCH bisa mencemari tanah, sehingga juga bisa mencemari sayuran yang tumbuh di tanah. Kotoran hewan yang terinfeksi TORCH bisa terbang terbawa bersama lalat, serangga atau burung dan menempel pada makanan, kemudian makanan tersebut masuk ke dalam mulut manusia dan hidup dalam darah manusia.

Kita tentu sering mendengar bahwa toxo adalah virus kucing. Padahal toxo sebenarnya bukan merupakan virus melainkan parasit yang hidup dalam darah. Beberapa penelitian di dalam maupun di luar negeri menyebutkan bahwa sekitar 70 % penyebab penyakit TORCH ini berasal dari kotoran kucing.

TORCH menganggu kesuburan tak hanya bagi wanita, namun juga bagi pria. Pada wanita TORCH menginfeksi sel telur sehingga sel telur dan inti sel menjadi rusak, mengecil dan tidak bisa dibuahi. Infeksi tersebut pada wanita juga bisa menyebabkan timbulnya miom, penyumbatan atau pelengketan saluran telur sehingga sel telur tidak bisa dibuahi dan mengakibatkan sulitnya terjadi kehamilan. Sementara pada pria, TORCH menginfeksi sel sperma sehingga akan memperburuk dan menurunkan kualitas sperma, mengurangi kekentalan sperma, dan menurunkan kemampuan gerak (motilitas) sel sperma sehingga sulit mencapai sel telur.

Lalu, bagaimana penularan TORCH melalui manusia satu ke manusia lainnya?
Toxo karena bukan merupakan virus maka tidak menular melalui hubungan seksual kepada pasangan. Toxo bisa menular pada keturunan (misalnya ibu hamil ke bayi yang dilahirkannya nanti). Sedangkan Rubella, CMV, dan Herpes bisa menular ke pasangan (suami atau istri) melalui hubungan seksual, karena merupakan virus. Selain hubungan seksual, penularan Rubella, CMV, dan Herpes juga dapat melalui air liur, keringat, urin, darah, dan Air Susu Ibu (ASI).

Lalu, bagaimana cara pencegahan agar tidak terkena TORCH?
Cara yang paling efektif adalah dengan sebisa mungkin menghindari hal-hal yang bisa menyebabkan terinfeksi TORCH. Perilaku hidup bersih amat dibutuhkan. Misalnya, mencuci tangan sebelum makan, mencuci makanan daging dan sayuran sampai bersih kemudian dimasak sampai matang (jangan setengah matang, apalagi mentah), sedapat mungkin menjauhi hewan-hewan yang bisa menularkan TORCH. Apabila ingin memelihara hewan seperti kucing dan anjing misalnya, harus benar-benar dirawat dan dijaga kebersihannya. Pastikan juga hewan-hewan tersebut dalam kondisi yang baik dan sehat.

Bagi wanita yang ingin hamil, selain perlu menghindari pencetus-pencetus terinfeksinya TORCH juga perlu melakukan pemeriksaan TORCH dan kondisi kesehatan lainnya. Pastikan Anda dan pasangan bebas dari TORCH guna mendapatkan kehamilan yang lancar, sehat bagi Ibu dan janin yang dikandung.

Tp,,, jka pemerliharaan Kucing dpt dilakukan dngan bnarrr,,,
Mgkn anda bsa trhindarrr dr penyakit yg menganggu kesuburan ini..