Lewati ke konten utama
  1. Kucing/

Kenapa Kucing Bersin? Waspada 5 Tanda Bahaya Bersin Ini!

Pernahkah kamu melihat kucing kesayanganmu bersin disertai hidungnya yang bergoyang lucu? Meskipun terkesan biasa, jangan sepelekan bersin pada kucing. Faktanya, bersin yang terjadi sesekali pada kucing merupakan hal yang wajar.

Namun, apabila bersin-bersin ini terlalu sering, bahkan diikuti dengan keluhan lain, kamu patut waspada! Bersin bisa menjadi salah satu penanda berbagai gangguan kesehatan yang dialami si manis.

Yuk, cari tahu lebih dalam mengapa kucing bisa bersin, sekaligus 5 tanda bahaya yang mengindikasikan kondisi serius sehingga harus mendapat perhatian darimu.

Penyebab Umum Bersin pada Kucing #

Ada beberapa faktor yang umumnya menyebabkan kucing bersin. Beberapa di antaranya tergolong normal, sementara lainnya membutuhkan penanganan khusus.

Alergi #

Layaknya manusia, kucing juga bisa mengidap alergi. Penyebab alergi pada kucing ini bermacam-macam, berikut beberapa di antaranya:

  • Serbuk sari: Terutama serbuk sari tanaman tertentu yang sedang bermekaran
  • Debu: Kucing yang sensitif sangat mudah bereaksi terhadap debu di ruangan.
  • Tungau: Tungau berukuran mikro acap menjadi alasan mengapa si manis jadi bersin-bersin.
  • Makanan: Kucing bisa memiliki alergi terhadap kandungan tertentu dalam makanannya.
  • Asap rokok: Merokok di dekat kucing sangat tidak disarankan, asap rokok berisiko menjadi alergen.
  • Parfum: Wewangian dengan aroma menyengat dapat membuat kucing alergi.

Iritasi #

Hidung kucing yang peka dapat teriritasi oleh beberapa hal, misalnya:

  • Debu: Tak hanya menjadi alergen, debu berukuran besar turut mengiritasi hidung kucing.
  • Asap: Bukan hanya dari rokok, asap dari sumber lain bisa mengganggu pernapasan kucing.
  • Parfum: Sama seperti alergi, aroma pewangi terlalu kuat akan mengakibatkan saluran napas kucing iritasi.
  • Cairan pembersih: Aroma bahan kimia dari cairan pembersih berisiko membuat si manis iritasi.
  • Asap rokok: Paparan asap rokok terus menerus, selain alergi, bisa membuat kucing terus-menerus mengalami iritasi pada hidungnya.

Benda Asing #

Kadang, kucing yang sedang keasyikan bermain dan menjelajah suka tanpa sengaja memasukkan sesuatu ke dalam rongga hidungnya. Beberapa benda asing ini, misalnya serpihan rumput, biji-bijian, atau benda kecil lainnya, bisa tersangkut dan memicu kucing untuk bersin terus-menerus.

Infeksi #

Beberapa jenis infeksi yang menyerang saluran pernapasan kucing dapat menyebabkan bersin sebagai salah satu gejalanya. Misalnya:

  • Flu kucing: Infeksi pernapasan atas yang sering dialami kucing dapat dideteksi dari gejala bersin-bersin.
  • Calicivirus: Virus lainnya yang berisiko membuat kucing bersin secara berlebih.

Penyakit Gigi #

Meskipun terdengar tak begitu berkaitan, ternyata beberapa penyakit gigi bisa memicu bersin pada kucing. Peradangan jaringan lunak dan tulang-tulang di sekitar gigi, seperti gingivitis atau periodontitis, bisa jadi biang kerok hidung kucingmu mendadak rewel.

Tanda-Tanda Bahaya Bersin pada Kucing #

Kucingmu sesekali bersin setelah bermain di lingkungan berdebu? Bisa jadi tidak perlu khawatir. Namun, lain halnya jika kucingmu menunjukkan gejala-gejala berikut, segeralah periksakan ke dokter!

  • Bersin terus-menerus: Frekuensi bersin yang tidak wajar, yaitu lebih dari 10 kali beruntun, patut diwaspadai.
  • Bersin disertai gejala lain: Pilek, batuk, demam, penurunan nafsu makan, ini bukanlah tanda baik!
  • Keluar darah atau lendir: Adanya cairan (darah atau lendir seperti ingus) dari rongga hidung kucing menjadi sinyal berbahaya.
  • Kesulitan bernapas: Bila si manis kelihatan sulit bernapas dengan normal, pemeriksaan oleh dokter wajib dilakukan.
  • Tampak lesu dan lemah: Tanda kucing tak sedang bersahabat dengan kesehatannya bisa terlihat dari sikap tidak aktif serta rasa lemas berlebihan.

Cara Mengatasi Bersin pada Kucing #

Tindakan apa yang perlu kamu lakukan ketika kucingmu bersin-bersin secara tidak wajar? Yuk, perhatikan langkah-langkah berikut ini:

Identifikasi penyebabnya #

Coba cermati hal-hal yang memicu kucingmu bersin. Apabila dipicu oleh debu atau wangi semprotan ruangan, maka hindari paparan bahan tersebut. Namun, jika gejalanya memburuk atau bahkan menyerupai tanda-tanda berbahaya seperti yang disebutkan di atas, saatnya menemui dokter hewan.

Berikut cara membantu mengatasi bersin abnormal pada kucingmu berdasarkan penyebabnya:

  • Jika penyebabnya adalah alergi:
    • Hindarkan kucing dari pemicu alerginya.
    • Dokter hewan akan memberikan obat antihistamin sesuai petunjuk
  • Jika penyebabnya adalah iritasi:
    • Jauhkan kucing dari sumber iritan.
    • Jika aman, bersihkan dengan lembut hidung kucing memakai saline nasal spray, cairan khusus untuk membantu melegakan hidung
  • Jika penyebabnya adalah benda asing:
    • Jangan berusaha mengeluarkan sendiri, karena berisiko membuat benda makin masuk ke dalam! Segera larikan kucing ke dokter hewan.
  • Jika penyebabnya adalah infeksi:
    • Hanya dokter hewan yang bisa menegakkan diagnosis serta memberikan resep obat antibiotik atau antivirus.
  • Jika penyebabnya adalah penyakit gigi:
    • Segera bawa kucing ke dokter hewan untuk mendapatkan prosedur pembersihan gigi yang benar.

Pencegahan Bersin pada Kucing #

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, pepatah ini juga berlaku untuk kesehatan si kucing kesayangan!

Lakukan berbagai langkah pencegahan supaya bersin-bersin tak sering mengganggu hewan berkumis lucu ini.

  • Jaga kebersihan lingkungan: Rutin membersihkan rumah membantu meminimalisir paparan debu dan tungau yang mengganggu sistem pernapasan kucing.
  • Berikan makanan yang sehat dan bergizi: Makanan berkualitas dengan gizi seimbang turut meningkatkan imun kucing sehingga tubuhnya kebal berbagai penyakit.
  • Bawa kucing ke dokter hewan secara rutin: Pemeriksaan secara rutin membantu memantau kesehatan kucing secara menyeluruh.
  • Berikan vaksinasi: Ikuti saran dokter hewan mengenai program vaksinasi lengkap yang direkomendasikan untuk kucing, terutama vaksin flu kucing dan calicivirus.

FAQ #

Berikut ini pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul terkait bersin pada kucing:

  • Apakah semua bersin pada kucing berbahaya?

    • Tidak. Sporadis (sesekali) bersin merupakan hal yang biasa terjadi, seperti pada waktu hidungnya digelitik debu atau bulu.
  • Apa yang harus dilakukan jika kucing saya bersin terus-menerus?

    • Waspadai tanda-tanda bahaya yang sudah disebutkan! Periksakan segera ke dokter hewan agar kucing segera mendapatkan penanganan tepat.
  • Bagaimana cara membersihkan hidung kucing yang tersumbat?

    • Apabila terdapat hidung tersumbat yang mengganggu, bersihkan dengan saline nasal spray untuk mencairkan kotoran atau membantu lendir keluar.
  • Bagaimana cara mengetahui apakah kucing saya alergi?

    • Apabila kucing sering bersin setelah terpapar suatu hal (bisa asap, parfum, makanan, atau hal lain), bisa jadi si manis punya alergi khusus.
  • Apa saja jenis vaksinasi yang dapat mencegah bersin pada kucing?

    • Vaksinasi flu kucing dan calicivirus bisa menjadi pilihan sesuai petunjuk dokter hewan.

Kesimpulan #

Jangan anggap remeh aktivitas bersin pada kucing. Kenali dan pelajari berbagai faktor pemicunya, terutama bila disertai dengan gejala-gejala lain. Tanda-tanda bahaya sebaiknya mendapatkan pemeriksaan dini.

Perhatikan dengan baik cara mengobati si manis sesuai sebab yang mendasarinya, serta tak lupa menerapkan berbagai strategi pencegahan. Dengan tindakan tersebut, niscaya kucing peliharaanmu dapat terhindar dari gangguan bersin-bersin di kemudian hari!

Penting untuk dicatat: Artikel ini merupakan informasi edukatif. Kucingmu menunjukkan gejala bersin tak wajar? Jangan tunda! Segera konsultasikan dengan dokter hewan kepercayaanmu demi mendiagnosis dan mendapat pengobatan yang paling sesuai dengan kondisi si manis.

Berharap artikel ini membantu Kamu untuk semakin paham soal cara penanganan kucing yang bersin.

Baca Juga