Lewati ke konten utama
  1. Kucing/

Kenapa Kucing Kejang? Jangan Panik! Ini 5 Hal yang Harus Kamu Lakukan

Pernahkah kamu melihat kucingmu tiba-tiba mengalami kejang? Tubuhnya menegang, kakinya mendayung, dan mulutnya berbusa? Pasti panik bukan kepalang! Kejang pada kucing memang bisa membuat kita panik dan bingung.

Namun, jangan khawatir! Artikel ini akan membantumu memahami apa itu kejang, penyebabnya, dan apa yang harus kamu lakukan saat kucingmu mengalaminya. Simak sampai selesai Alasan Kenapa Kucing Kejang?

Apa itu Kejang pada Kucing? #

Kejang adalah aktivitas listrik abnormal di otak yang menyebabkan hilangnya kontrol otot secara tiba-tiba. Pada kucing, kejang dapat terlihat seperti:

  • Tubuh menegang dan kaku
  • Kaki mendayung atau berputar
  • Mulut berbusa
  • Kehilangan kesadaran
  • Buang air kecil atau besar secara tidak sengaja

Kejang dapat berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit. Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, segera hubungi dokter hewan!

Mengapa Kucing Bisa Kejang? #

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan kejang pada kucing, di antaranya:

1. Epilepsi #

Epilepsi adalah kondisi kronis yang menyebabkan kejang berulang. Ini adalah penyebab paling umum kejang pada kucing. Epilepsi dapat disebabkan oleh faktor genetik, trauma otak, atau infeksi.

2. Keracunan #

Kucing dapat keracunan dari berbagai zat, seperti:

  • Makanan beracun (misalnya, cokelat, anggur)
  • Tanaman beracun (misalnya, lili, lidah buaya)
  • Obat-obatan (misalnya, obat manusia)

3. Penyakit Lain #

Beberapa penyakit, seperti:

  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati
  • Trauma kepala
  • Diabetes
  • Hipoglikemia

Dapat menyebabkan kejang pada kucing.

4. Faktor Lain #

Faktor lain yang dapat memicu kejang pada kucing, seperti:

  • Stres
  • Demam
  • Hipokalemia (kadar kalium rendah)

5 Hal yang Harus Kamu Lakukan Saat Kucing Kejang #

  1. Pindahkan kucing ke tempat yang aman. Jauhkan benda-benda berbahaya dari jangkauan mereka.
  2. Catat durasi kejang. Ini akan membantu dokter hewan mendiagnosis penyebab kejang.
  3. Jangan masukkan apa pun ke dalam mulut kucing. Hal ini dapat menyebabkan mereka tersedak.
  4. Bicaralah dengan kucingmu dengan suara yang tenang. Ini dapat membantu mereka merasa lebih tenang.
  5. Segera hubungi dokter hewan setelah kejang berhenti. Dokter hewan akan memeriksa kucingmu dan menentukan penyebab kejang.

Menangani Kejang pada Kucing #

Pengobatan kejang pada kucing tergantung pada penyebabnya.

1. Epilepsi #

Kucing dengan epilepsi mungkin memerlukan obat antikonvulsan untuk mengendalikan kejang. Obat ini harus diberikan secara teratur sesuai resep dokter hewan.

2. Keracunan #

Dokter hewan akan memberikan perawatan untuk mengatasi racun dalam tubuh kucing. Perawatan ini mungkin termasuk:

  • Induksi muntah
  • Pemberian obat penawar
  • Pemberian cairan

3. Penyakit Lain #

Pengobatan penyakit yang mendasari dapat membantu mencegah kejang di masa depan.

4. Faktor Lain #

Dokter hewan akan memberikan saran untuk mengelola faktor-faktor yang dapat memicu kejang pada kucing, seperti stres dan demam.

Pencegahan Kejang pada Kucing #

Meskipun tidak selalu dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi risiko kejang pada kucing:

  • Jaga kesehatan kucingmu. Pastikan mereka mendapatkan makanan bergizi, olahraga yang cukup, dan pemeriksaan kesehatan rutin ke dokter hewan.
  • Jauhkan benda-benda berbahaya dari jangkauan kucing. Ini termasuk makanan beracun, tanaman beracun, dan obat-obatan.
  • Kelola stres kucingmu. Ciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi mereka.
  • Segera hubungi dokter hewan jika kamu melihat kucingmu menunjukkan gejala kejang.
Ingatlah bahwa kejang pada kucing adalah kondisi yang serius. Segera hubungi dokter hewan jika kamu melihat kucingmu mengalami kejang.

Pengobatan dan Perawatan Kejang pada Kucing #

Setelah kucingmu mengalami kejang, rasa cemas pasti merajalela. Mungkin kamu bertanya-tanya, “Apakah kucingku akan baik-baik saja? Bagaimana kita mencegah kejadian ini terulang kembali?”. Mari kita bahas perawatan yang diperlukan setelah kucingmu mengalami kejang, dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk membantunya pulih.

Membawa Kucingmu ke Dokter Hewan #

Hal terpenting setelah kucing kejang adalah memeriksakannya ke dokter hewan. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa tes untuk menentukan penyebab kejang. Beberapa tes yang mungkin dilakukan oleh dokter hewan meliputi:

  • Tes darah: Untuk memeriksa kadar elektrolit, gula darah, dan fungsi organ
  • X-ray: Untuk melihat organ dalam dan mencari kelainan
  • CT scan atau MRI: Untuk mendapatkan detail pencitraan otak

Berdasarkan hasil tes dan informasi diagnostik lainnya, dokter hewan dapat merekomendasikan perawatan terbaik untuk kucingmu.

Pengobatan Berdasarkan Penyebabnya #

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, pengobatan kejang pada kucing sangat bergantung pada penyebabnya. Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan yang mungkin dipertimbangkan:

  • Epilepsi: Dalam kasus epilepsi, kucingmu mungkin perlu mengonsumsi obat antikonvulsan seumur hidupnya. Obat ini bekerja dengan meningkatkan aktivitas neurotransmitter penghambat di otak, membantu meminimalkan kejang.
  • Keracunan: Apabila kucingmu kejang karena keracunan, tindakan cepat sangatlah penting. Dokter hewan akan berusaha mengeluarkan racun dari tubuh kucing, sekaligus memberikan obat penawar jika tersedia. Perawatan suportif seperti cairan intravena juga penting untuk memastikan kesehatan kucing.
  • Penyakit Lain: Jika penyakit lain menjadi penyebab kejang, fokus utama adalah menangani atau mengelola kondisi yang mendasarinya. Misalnya, kucing dengan penyakit ginjal mungkin memerlukan diet khusus atau pengobatan lain untuk mendukung fungsi ginjal dan mencegah komplikasi seperti kejang.

Perawatan Dirumah #

Ketika mengasuh kucing yang rentan kejang, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk melindunginya.

  • Lingkungan yang Aman: Pastikan rumahmu bebas dari bahaya potensial yang dapat memicu kejang atau melukai kucingmu jika ia mengalami kejang. Jauhkan benda-benda tajam dan tangga, serta tutupi sudut furnitur yang runcing.
  • Manajemen Stres: Stres dapat menjadi pemicu kejang. Ciptakan lingkungan yang tenang dan santai, dengan rutinitas yang konsisten, banyak pengayaan, dan tempat aman untuk kucingmu beristirahat.
  • Diet Seimbang: Nutrisi yang tepat memainkan peran penting dalam kesehatan kucing secara keseluruhan. Pastikan kucingmu menerima makanan kucing berkualitas tinggi yang sesuai dengan kebutuhan usianya. Hindari memberi makan sisa makanan meja atau makanan lain yang berpotensi beracun.

Pencegahan Kejang pada Kucing #

Meskipun kejang tidak selalu dapat dicegah, ada hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisir risiko kucing mengalaminya kembali.

  • Pemeriksaan Rutin: Bawa kucingmu ke dokter hewan secara rutin untuk pemeriksaan kesehatan. Hal ini memungkinkan dokter untuk mendeteksi masalah kesehatan sedini mungkin dan mencegah komplikasi seperti kejang.
  • Kendalikan Lingkungan: Buat rumahmu aman untuk kucing dengan menyimpan bahan-bahan beracun, obat-obatan, dan zat berbahaya jauh dari jangkauannya.
  • Jauhi dari Pemicu Stress: Perhatikan pemicu stres bagi kucingmu dan usahakan untuk menghindarinya sebisa mungkin. Ini bisa berupa lingkungan yang bising, pengunjung yang tidak dikenal, atau perubahan rutinitas mendadak.

Kesimpulan #

Melihat kucingmu yang menggemaskan mengalami kejang bisa sangat menakutkan, namun memahami penyebab dan penanganannya akan membuatmu merasa lebih siap jika hal ini terjadi. Selalu berkonsultasi dengan dokter hewan dan ikuti saran mereka untuk diagnosis dan perawatan terbaik. Dengan sedikit pengetahuan dan kepedulian ekstra, kamu bisa membantu kucingmu menjalani hidup yang bahagia dan sehat.

Hooman Kucingku
Penulis
Hooman Kucingku
Cat lover sejak orok. Pernah rescue puluhan kucing, sekarang hobi sharing ilmu biar hooman-hooman Indonesia makin jago pelihara anabul.

Komentar Kucing